Pondok Pesantren Mulazamah Tahfidz Al Maka Getasan — setingkat SMP & SMA. Santri belajar bersama guru, tinggal bersama guru, dan dibimbing adabnya setiap hari.
Pendaftaran GRATIS · Langsung dengan Al-Ustadz Arjun Kamal Rusyda, Lc.
Al Maka Getasan berdiri sejak 2020. Yang kami jaga bukan seberapa banyak santri yang masuk, tetapi seberapa dekat setiap santri dibersamai selama ia belajar di sini.
Anak mungkin mendapatkan banyak materi. Banyak kegiatan. Banyak target hafalan. Tetapi tiga pertanyaan yang lebih menentukan justru jarang ditanyakan.
Apakah ia benar-benar punya waktu untuk memahami, bertanya, dan mengulang — atau hanya dikejar target setoran?
Adakah guru yang cukup dekat untuk melihat bukan hanya bagaimana ia belajar, tetapi juga bagaimana ia bersikap?
Ketika anak sudah di pondok, apakah saya masih bisa mengetahui perkembangannya — atau kehilangan jejak sampai libur tiba?
Pendidikan anak bukan hanya tentang berapa banyak yang sudah dipelajari — tetapi seberapa dalam ia memahami, seberapa baik adabnya terbentuk, dan siapa yang membersamai prosesnya.
Enam hal yang menjadi tulang punggung pendidikan santri putra di Al Maka Getasan.
Hafalan dibangun bertahap lewat halaqoh harian: ziyadah (hafalan baru), murojaah (pengulangan), dan tikror (persiapan) — dengan penyimak yang menguji per juz.
Santri tidak berhenti pada terjemahan. Ilmu syar'i dipelajari langsung dari kitabnya, bertalaqqi dan mulazamah bersama asatidz berpengalaman alumni Timur Tengah.
Bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran, melainkan bahasa lingkungan — dipakai dalam keseharian sehingga santri terbiasa memahami dan menggunakannya.
Santri tetap memperoleh ijazah formal setingkat SMP dan SMA. Jalan ke jenjang pendidikan berikutnya tidak tertutup — mondok tanpa mengorbankan masa depan administratif anak.
Setiap hari Kamis ada talaqqi matematika dasar dan Bahasa Inggris. Membangun pendidikan agama tidak berarti mengabaikan kemampuan dasar yang dibutuhkan seorang anak.
Latihan public speaking, forum literasi MABAR, renang, memanah, futsal, voli, long march dan pendakian gunung. Santri tumbuh sehat, berani berbicara, dan punya pengalaman di luar kelas.
Di Al Maka, satu orang pengajar memegang tiga peran sekaligus terhadap santri yang sama.
Mengajar ilmu syar'i dan bahasa Arab — tahu persis di mana letak kesulitan setiap santri dalam memahami pelajaran.
Menyimak hafalan santri yang sama setiap hari — sehingga tahu ritme, kelemahan, dan perkembangan hafalannya dari waktu ke waktu.
Tinggal dan membersamai keseharian santri — bangun tidur, adab makan, cara bergaul, kedisiplinan, sampai saat anak sedang tidak baik-baik saja.
Hari santri tidak diisi kegiatan yang berdesakan, tetapi ritme yang berulang — supaya ilmu sempat diendapkan dan kebiasaan sempat terbentuk.
Jumat: tidak ada sesi tahfidz — diisi kegiatan pekanan, kebersihan bersama, dan istirahat.
Tubuh, keberanian, dan pengalaman ikut dibangun bersama hafalan dan adabnya.
Pendakian gunung, outbound, dan kegiatan lapangan yang melatih ketahanan serta kerja sama.
Belajar PBB dan penerapannya dalam disiplin keseharian — dari piket kamar sampai jamaah lima waktu — membentuk kebiasaan, bukan sekadar aturan.
Santri dibawa keluar untuk melihat dunia yang lebih luas, latihan renang dll, bukan hanya dinding pondok.
Santri belajar dan praktek manajemen kehidupan bermasyarakat dalam lingkup pondok di bawah arahan para asatidz.
Bukan target utama kami. Tetapi hasil sampingan dari proses yang dijalani dengan serius setiap hari.
Al Maka menyediakan aplikasi pemantauan perkembangan santri. Ayah dan Bunda dapat melihat perkembangan hafalan dan catatan pendampingan anak — tanpa harus menunggu hari besuk.
Ziyadah, murojaah, dan hasil ujian juziyyah per juz.
Dapat dipantau real-time setiap hari.
Dari musyrif halaqoh dan wali kamar anak.
Kata walisantri Al Maka Getasan.
Anak saya liburan besok katanya mau di pondok saja, tidak mau pulang tadz. Di lain sisi saya terharu bahagia, tapi juga sedih kok bisa tidak kangen rumah. Ini semua berkat ketulusan njenengan mendidik anak kami, tadz. Jazakumullah Khoiron.
Adik saya belum pernah sebangga itu menceritakan ustadznya, banyak perubahan. Dan kalaupun nakal, ketika diperingatkan cepat sadar ustadz, ga kayak dulu. Sejak antum pindah beliau sering kangen katanya.
Senang sekali anak saya bisa bermulazamah dan dididik langsung sama Ustadz Salman
Untuk mendaftar, bertanya, dan mengikuti proses seleksi.
Dibayar satu kali saat diterima, untuk kebutuhan santri sesuai ketentuan PSB Al Maka.
Biaya rutin bulanan selama santri menempuh pendidikan di Al Maka.
Kuota terbatas 15 Santri. Pendaftaran tetap dibuka sampai kuota terpenuhi, dan langsung ditutup saat kuota penuh.
Kirim pesan WhatsApp. Ayah dan Bunda akan menerima formulir dan daftar berkas syarat pendaftaran.
Lengkapi data calon santri dan kirim berkas yang diminta.
Tes membaca Al-Qur'an dan wawancara singkat bersama calon santri dan orang tua.
Hasil diumumkan, lalu daftar ulang untuk mengunci kuota putra Ayah dan Bunda.
Gratis, tanpa ikatan. Ayah dan Bunda boleh bertanya dulu sebelum memutuskan.
Ya. Santri Al Maka Getasan tetap memperoleh ijazah formal setingkat SMP dan SMA. Anak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya — di dalam maupun luar negeri — tanpa terhalang urusan administrasi.
Boleh. Yang diutamakan memang calon santri yang bacaannya sudah lancar — karena seluruh proses tahfidz dan talaqqi bertumpu pada kemampuan membaca.
Namun jika putra Ayah dan Bunda diterima, ia tetap akan dibimbing sampai bacaannya benar. Tidak ada santri yang dibiarkan tertinggal sendirian.
Syahriah bulanan Rp 800.000. Biaya ini belum termasuk laundry, yang dibayar terpisah.
Rincian lengkap peruntukan syahriah akan dikirim melalui WhatsApp.
Tentu. Setiap pesantren punya sistem dan karakternya masing-masing. Karena itu pertanyaannya bukan “pesantren mana yang paling banyak programnya?” tetapi “pendidikan seperti apa yang ingin saya berikan kepada anak saya?”
Jika yang Ayah dan Bunda cari adalah lingkungan yang menempatkan talaqqi, mulazamah, adab, dan pendampingan guru sebagai inti — bukan pelengkap — maka Al Maka layak dikenali lebih dekat.
Justru karena itu prosesnya dimulai dari dasar. Al Maka tidak dibangun hanya untuk anak yang sudah selesai memahami semuanya.
Ada proses. Ada pendampingan. Ada halaqoh. Ada guru yang tinggal bersama santri. Setiap anak membutuhkan waktu untuk bertumbuh — dan di sini waktu itu disediakan.
Al Maka menyediakan aplikasi pemantauan perkembangan santri, ditambah rekap bulanan yang dikirim kepada walisantri. Ayah dan Bunda juga bisa menghubungi musyrif halaqoh dan wali kamar anak.
Bisa. Al Maka adalah pesantren berasrama, dan santri kami berasal dari berbagai daerah. Alamat pondok: Jl. Gading–Getasan, Kec. Getasan, Kab. Semarang, Jawa Tengah 50774.
Unit santri putri Al Maka berada di lokasi terpisah dengan pengajar dan kurikulum tersendiri, termasuk pelatihan menjahit dan memasak untuk santriwati. Silakan hubungi admin melalui WhatsApp untuk informasi PSB santri putri.
Berada di lokasi terpisah, dengan ustadzah, kurikulum, dan asrama tersendiri — namun berangkat dari prinsip yang sama: tahfidz yang serius, adab yang dibimbing, dan guru yang membersamai keseharian.
Ritme hafalan yang sama dengan unit putra — ziyadah, murojaah, dan tikror, disimak langsung oleh ustadzah pembimbing.
Duduk melingkar membaca kitab bersama ustadzah — metode mulazamah yang sama, dijalankan di lingkungan santriwati.
Asrama, pengajar, dan kegiatan terpisah dari unit putra. Selain ilmu syar'i dan bahasa Arab, santriwati juga mendapat pelatihan menjahit dan memasak.
Lokasi unit putri: Jalan Fatmawati No. 99 — Blotongan, Salatiga.
Kuota dan biaya unit putri dihitung terpisah dari unit putra.
Kita tidak selalu bisa menentukan seberapa cepat seorang anak berkembang. Tetapi kita bisa memilih lingkungan dan proses yang kita berikan kepadanya.
Pendaftaran gratis · Kuota terbatas · Ditutup saat kuota penuh