Ekstrakurikuler

Di luar halaqoh dan kelas kitab, santri Al Maka punya kegiatan yang tidak diukur dengan hafalan.

Membaca satu buku sampai tuntas lalu mempresentasikannya, naik gunung, baris-berbaris, bermain bola, dan bermain drama.

Rombongan santri dan ustadz Al Maka di puncak Gunung Prau
Puncak Gunung Prau. Sampai di atas bukan kebetulan — ada jalan panjang sebelumnya yang harus diselesaikan sendiri.

Empat kegiatan yang berjalan: Maos Bareng, Sapala, mini soccer dan futsal, serta drama.

Maos Bareng

Satu buku dibaca sampai habis, lalu diceritakan di depan forum

Yang dilatih di sini bukan kecepatan membaca, melainkan keberanian dan kemampuan menyampaikan kembali apa yang sudah dibaca.

  1. Dibaca sampai tuntas

    Tiap santri wajib menyelesaikan satu buku — bukan membaca sebagian lalu berpindah ke buku lain.

  2. Dibuat ringkasannya

    Isi buku ditulis ulang menjadi ringkasan. Di tahap ini ketahuan mana yang sudah dipahami dan mana yang baru sekadar terbaca.

  3. Dipresentasikan bergiliran

    Ringkasan itu dibawakan di forum. Gilirannya merata, jadi tidak ada santri yang bisa bersembunyi di belakang temannya.

Yang terlatih

Public speaking dan retorika

Berdiri di depan teman-temannya, menyusun urutan bicara, dan menjawab ketika ditanya — latihan yang tidak bisa digantikan oleh tugas tertulis.

Kemampuan itu terpakai jauh setelah bukunya ditutup: saat santri memimpin, mengajar, atau harus menjelaskan pendapatnya kepada orang banyak.

Santri berdiri mempresentasikan ringkasan bacaannya di forum Maos Bareng
Presentasi di forum Maos Bareng. Bergiliran, satu per satu, di depan teman-temannya sendiri.
Sapala

Naik gunung, cross country, dan baris-berbaris

Kegiatan luar ruang yang menuntut hal yang jarang diminta di dalam kelas: menahan lelah, menjaga rombongan, dan menyelesaikan yang sudah dimulai.

Naik gunung

Sindoro, Prau, Gunung Gajah

Pendakian dikerjakan bersama ustadz — dari briefing sebelum berangkat sampai turun kembali.

Cross country

Menyusuri desa Getasan

Menempuh jalur desa di sekitar pondok, tetap ditemani ustadz sepanjang rutenya.

PBB

Baris-berbaris

Latihan aba-aba, ketepatan, dan gerak yang seragam dalam satu barisan.

Santri berkumpul mendengarkan briefing Sapala sebelum berangkat mendaki
Briefing Sapala sebelum naik gunung. Perjalanan dibicarakan dulu, baru rombongan berangkat.
Santri Sapala di puncak Gunung Sindoro
Sapala di puncak Sindoro.
Santri beristirahat di basecamp Gunung Prau bersama Ustadz Salman
Basecamp Gunung Prau bersama Ustadz Salman.
Ustadz dan santri di atas Gunung Gajah dalam kegiatan Sapala
Ustadz dan santri di atas Gunung Gajah.
Ustadz mendampingi santri cross country di jalan desa Getasan
Ustadz membersamai santri cross country desa Getasan.
Santri berlatih baris-berbaris di halaman pondok
Latihan PBB.
Barisan santri menerima aba-aba saat latihan baris-berbaris
Satu barisan, satu aba-aba.

Yang dibawa pulang dari kegiatan ini biasanya bukan foto puncaknya, melainkan pengalaman pernah kelelahan di tengah jalan dan tetap meneruskan.

Olahraga

Mini soccer dan futsal

Badan yang sehat termasuk yang dituju pondok — berbadan sehat adalah motto kedua, bukan bonus.

Santri bermain mini soccer di lapangan
Mini soccer.
Santri bermain futsal
Futsal.
Drama

Berani tampil sebagai orang lain

Satu lagi ruang latihan tampil di depan orang banyak, kali ini lewat peran dan dialog.

Santri membawakan pementasan drama di hadapan penonton
Keterampilan drama. Satu kelompok, satu cerita — properti panggungnya dibuat sendiri.
Tempatnya

Di luar jam pelajaran, tetapi tidak di luar pendidikannya

Kegiatan ini tidak menambah hafalan dan tidak masuk penilaian kitab. Yang dikerjakannya hal lain: keberanian berbicara, ketahanan badan, dan kebiasaan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Ketiganya sulit diajarkan lewat pelajaran, tetapi terlihat jelas saat santri membaca kitab di depan gurunya atau menyetorkan hafalannya.

Ini satu bagian dari satu sistem

Bagaimana kepengasuhan, tahfidz, dan kelas kitab menyusun satu rantai yang bermuara pada tazkiyatun nafs — dan di mana kegiatan seperti ini berdiri — diringkas dalam satu halaman.

Pendidikan Holistik Berbasis Fitrah Penerimaan Santri Baru