Di Pondok Pesantren Al Maka, kami percaya bahwa kunci kedalaman ilmu tidak hanya terletak pada hafalan, tetapi juga pada luasnya wawasan dan minat baca. MABAR (Maos Bareng) adalah forum literasi unggulan yang dirancang untuk menghidupkan kembali budaya membaca di kalangan santri dengan cara yang interaktif dan modern.
Program ini melibatkan santri senior sebagai pionir literasi. Setiap pekannya, seorang santri senior dipilih untuk menuntaskan satu buku berkualitas—baik itu kitab khazanah klasik, buku pengembangan diri, hingga literatur kontemporer—kemudian membedah isinya untuk dipresentasikan di hadapan seluruh santri.
MABAR menjembatani tradisi keilmuan dengan perangkat modern. Dengan menggunakan slide projector, santri penyaji ditantang untuk menyusun poin-poin penting, bagan pikiran (mind mapping), dan visualisasi menarik dalam bentuk presentasi digital. Hal ini bertujuan untuk:
Meningkatkan Minat Baca: Menularkan rasa penasaran dan semangat membaca melalui peer-to-peer sharing.
Melatih Kemampuan Public Speaking: Membiasakan santri senior berbicara di depan publik secara sistematis dan persuasif.
Penguasaan Teknologi: Mengasah life skill dalam mengoperasikan perangkat presentasi dan desain visual yang aplikatif di dunia profesional.
Forum MABAR diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi dua arah. Di sini, santri tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi didorong untuk memberikan tanggapan, pertanyaan, atau sudut pandang baru. Melalui MABAR, Ponpes Al Maka ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang literat, berwawasan luas, dan mampu mengomunikasikan gagasan mereka dengan percaya diri di hadapan umat.
“Karena santri Al Maka tidak hanya harus hafal teks, tapi juga harus mampu membaca konteks dunia melalui jendela buku.”