Menjaga Sanad Ilmu, Membentuk Adab

Pondok Pesantren Al Maka Getasan — tahfidz Al-Qur'an dan kitab bersanad, dengan pendidikan berbasis fitrah dan ketuntasan ilmu wajib.

Benteng Terakhir Pendidikan Akhlak

Di tengah zaman yang bising, kami merawat cara belajar yang lama teruji: talaqqi, mulazamah, dan adab sebelum ilmu. Pesantren tahfidz bersanad di Getasan.

Menumbuhkan Penghafal Qur'an yang Beradab dan Bersanad

Dengan metode mulazamah — santri belajar melekat pada guru, mengambil ilmu bersambung sanadnya, dan tuntas menguasai ilmu fardhu 'ain. Di Getasan, Kabupaten Semarang.

Bedanya di mana

Mulazamah: ilmu diambil dari orang, bukan dari buku saja

Santri tidak membaca kitab sendiri lalu diuji. Ia melekat pada gurunya — membaca di depan beliau, dikoreksi saat itu juga, dan baru dinyatakan tuntas ketika gurunya menyatakan tuntas.

Cara itulah yang membuat ilmunya bersanad: tersambung kepada guru, dan guru kepada gurunya. Di Al Maka ia berjalan di tiga tempat sekaligus.

Baca bagaimana ketiganya jadi satu sistem →

Yang membersamai

Satu ustadz, tiga peran, untuk santri yang sama

Empat dari lima ustadz memegang tiga peran sekaligus untuk santri yang sama — wali kelas, musyrif halaqoh, dan wali usroh — sehingga perubahan kecil pada ananda tidak hilang di antara pergantian petugas.

Al Maka dalam angka

Angka yang sama dengan yang tercantum di halaman pendaftaran.

6
Tahun berdiri, sejak 2020
6
Santri per pengajar (rasio 1 : 6)
5
Prestasi di 2025, kabupaten & provinsi
5
Ustadz pengasuh, 4 pemegang sanad

Kesehariannya

Ritme yang berulang, dan ruang di luar kelas

Hari santri tidak diisi kegiatan yang berdesakan, melainkan ritme yang berulang. Empat penandanya:

  • 03.30–05.00Qiyamullail & Subuh berjamaah
  • 07.30Ziyadah — setoran hafalan baru
  • 09.00–12.00Talaqqi kitab & bahasa Arab
  • 15.30Tikror — penguatan hafalan ba'da Ashar

Lihat jadwal sehari penuh →

Dan bukan cuma mengaji

Lihat kegiatan lainnya →

Karya Ilmiah Santri

Bahsul ilmiy — syarat wisuda, bukan pajangan: tiap santri menulis satu karya.

View All →

Kata wali santri

Dikutip dari pesan yang beliau kirim sendiri; ejaannya dirapikan, kata-katanya tidak.

Tolong sampaikan kepada semua asatidz Al Maka. Kami sebagai orang tua Assayyaf mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk semua ustadz Al Maka, karena perantara asatidz Al Maka anak kami bisa berada di titik ini. Banyak perubahan positif yang didapat dari pondok, dan kami tidak henti-henti mengucapkan syukur dan banyak-banyak terima kasih, Ustadz.
O
Orang tua Assayyaf
Wali santri
Terima kasih tidak bosan-bosan saya ucapkan untuk asatidz Al Maka, karena anak saya menjadi dewasa menurut saya. Kemarin anak saya saya tanya, "Tidak libur, sedih tidak?" Dia jawab: "Ya tidak lah, Mah. Mamah tidak usah khawatir. Masuk pondok pilihan Abang, berarti Abang yang mau dan menerima konsekuensi dari apa yang Abang pilih dengan ikhlas." Masya Allah.
I
Ibunda seorang santri
Wali santri

Mendaftar

Penerimaan Santri Baru 2027/2028

Pendaftaran gratis, dan kuota terbatas 15 santri — dibuka sampai kuota terpenuhi, lalu ditutup saat penuh. Biaya, alur empat langkah, dan tanya-jawabnya ada di satu halaman.